Kata-Kata Sedih Paling Menyentuh Hati
Kata-Kata Sedih Paling Menyentuh Hati
Source : DREAM.CO.ID
© foto: Instagram/@hujansore.id
- “ Mencintai orang yang tidak cinta, berharap pada hal yang tidak pasti, dan peduli pada mereka yang acuh. Pada saatnya sakit itu akan muncul ketika penyesalan nanti,” Raditya Dika.
- “ Suatu saat bukan diri ini yang akan kau rindukan, namun hatiku, rumah nyaman yang pernah menghuni cintamu,” anonim.
- “ Sungguh hebat sekali, baru kemarin kita jalan bersama, sekarang kau dengan yang lain,” anonim.
- “ Aku tak pernah berharap agar kau menjadi milikku, namun hanya satu pintaku. Tersenyumlah dan berkata jika kita bertemu – Ia adalah orang yang selalu sayang padaku,” anonim.
- “ Mungkinkah aku jadi orang yang paling bahagia, jika masih bersamamu?”, anonim.
- “ Jika memang aku harus mengajarimu cara mencintaiku atau sekedar memberitahuku, maka jaga cinta itu dan juga kata-katamu,” Najwa Zebian.
- “ Orang-orang bahkan tidak menyadari akan kesepian ini, dan seakan-akan mereka menganggap remeh semua ini,” Tom Hansen.
- “ Kenapa hati ini masih menunggu, dan tak mau beranjak untuk mengharap cintamu yang semu,” anonim.
- “ Izinkan aku bermimpi dunia ini milik kita berdua, meski saat terjaga aku tahu dengan pasti kau adalah miliknya,” anonim.
- “ Dan ketika hujan turun maka kesedihan itu datang, sama seperti saat ku lihat kau berpayung berdua bersamanya dan berbagi rasa,” anonim.
- “ Untuk merelakanmu maka tidak bisa dengan seuntai kata perpisahan yang turut mengiringi pelarianmu,” anonim.
- “ Jika saja matahari tak pernah terbenam, mungkin cinta ini tak akan pernah padam,” anonim.
- “ Jika kau memilih jalan lain untuk pulang, maka pastikan kita tidak saling berpapasan, di ujung jalan persimpangan yang biasa ku sebut dengan penantian,” anonim.
- “ Bagaimana kata indah bisa terukir jelas, tanpa ada dirimu di dalam hatiku,” anonim.
- “ Jika kau tahu aku tak pernah dapat peran, lalu kenapa kau masukkan aku dalam drama cintamu?,” anonim.
- “ Teganya kau ajari aku cara mencintaimu, namun tak pernah kau ajarkan untuk melupakanmu,” anonim.
- “ Indahnya bulan dan bintang selalu hadir di setiap malam, tidak seperti dirimu yang meninggalkanku dalam kegelapan,” anonim.
- “ Untuk apa kau ajari aku cara terbang jika kemudian kau patahkan lagi sayap ini?,” anonim.
- “ Belum sempat ku nyatakan cinta padamu, ternyata lebih dulu ku lihat di balik jendela matamu, jika kau sedang bersama dia,” anonim.
Komentar
Posting Komentar