Kata-Kata Sedih Paling Menyentuh Hati
Kata-Kata Sedih Paling Menyentuh Hati
Source : DREAM.CO.ID
© foto: Instagram/@hujansore.id
- “ Ketika melangkah di depanku, kamu nampak biasa. Namun apalah daya hati ini yang selalu mengagumimu tanpa suara,” anonim.
- “ Aku rela hidup dalam pijar lenteramu, meskipun suatu saat kau akan memadamkannya,” anonim.
- “ Jika kepergian ini tak membuatmu rindu, mungkin kedatanganku bukan suatu hal yang sedang kau tunggu,” anonim.
- “ Mungkin sekarang hanya hujan yang datang ke rumah ini, namun kelak ku berharap engkau yang akan mengobati rasa sakit hati ini,”
- “ Kau bagaikan mimpi, kenanganmu terus merajut sepanjang tidur malam ini,” anonim.
- “ Aku hanyalah daun yang jatuh dengan terpaksa, karena terlepas dari ranting yang lama menjadi sandaran,” anonim.
- “ Mungkin aku terlalu lama memburu waktu, hingga berharap waktu juga mampu membunuh rasa untukku,” anonim.
- “ Aku tak peduli dengan cahaya yang perlahan pergi, namun aku hanya takut jika esok menjadi sepi,” anonim.
- “ Aku melangkahkan kaki bersama dengan harapan. Dan aku menunggu dalam sepi, meski ditemani ketidakpastian,” anonim.
- “ Menyakitkan itu ketika kau dan dia saling mencintai, namun hanya sebatas teman,” anonim.
- “ Rindu itu menyesakkan dada, menyayat hati, dan membungkus rasa sakit ini seperti labirin tanpa jalan keluar,” anonim.
- “ Tahukah kamu rasa sakit apa yang susah hilang? Yakni saat kau bilang putus namun hati masih sayang,” anonim.
- “ Kala fajar menjemput pulang, maka ku berikan malam yang bisa untuk kau kenang,” anonim.
- “ Kau meninggalkan diri ini dengan perahu usang di tengah-tengah lautan harapan, padahal dulu kita merakit cinta dan belajar mengarunginya secara bersama,” anonim.
- “ Kau mungkin sudah menghancurkan hati ini hingga tak tersisa, namun aku akan tetap berjuang dengan sisa kepingan yang ada,” anonim.
- “ Aku bukanlah orang yang mampu merubah racun menjadi madu, karena tak bisa ku ubah cinta kita yang jauh dari kata restu,” anonim.
- “ Apalah daya ini yang hanya bisa mengikhlaskan kepergianmu, ketika seseorang telah ada untuk menjagamu,” anonim.
- “ Mungkin jika hati ini ikhlas untuk menerimanya, maka kepergianmu tak akan menjadi derita,” anonim.
- “ Ingin ku ketuk pintu hatimu, apalah daya ternyata ada orang lain yang sudah singgah dan membuatmu penuh bahagia,” anonim.
- “ Bersyukur meski hanya melihatmu dalam mimpi, karena ketika terbangun, bayanganmu akan kembali sirna,” anonim.
- “ Jika kau pikir kepergianmu membuatku lebih baik, engkau sangat salah. Karena aku hanya bersembunyi di balik kata bijak, agar kau percaya aku terlihat tegar,” anonim.
Komentar
Posting Komentar